Jelang Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017

betkingkong.com – Babak 16 besar putaran pertama persaingan Liga Champions baru akan digelar pertengahan minggu depan dini hari 15-16 january, 8 tim yang akan beradu terlebih dahulu adalah Benfica yang dijadwalkan beradu dengan Borussia Dortmund disaat bersamaan Paris St-Germain ditantang Barcelona, dini hari berikutnya Bayern Munchen akan beradu dengan Arsenal dan Real Madrid akan kedatangan Napoli juga berlangsung disaat bersamaan.

Liburan Natal dan Tahun Baru 2017 cukup panjang di Bundesliga sebagaimana biasanya disebut sebagai sisi yang menguntungkan bagi Bayern Munchen terlebih mereka akan bermain dikandang sendiri terlebih dahulu, mendapatkan jatah cuti satu bulan Bundesliga baru kembali akan bergulir pada tanggal 20 january mendatang, sedangkan disisi lain Arsenal justru menjalankan jadwal pertandingan yang padat ketika liga-liga dinegara Eropa bagian lainnya sudah beristirahat.

Terkait pandangan ini Mats Hummels sang kapten Die Roten tidak sependapat dan membantah, menurutnya itu bukan ukuran walau betul mereka mendapat masa istirahat panjang tetapi dalam olahraga semakin banyak anda jalankan pertandingan akan semakin solid tim yang terbentuk, cukup masuk akal pandangan dan alasan yang diberikan bek tengah berusia 28 tahun tersebut.

“Saya tidak melihat kalau liburan musim dingin akan menguntungkan atau merugikan pihak manapun baik yang mendapatkan jatah libur ataupun tidak, memang dari sisi kelelahan mereka lebih terkuras secara fisik tapi secara permainan mereka semakin klop karena banyaknya pertandingan yang terus mereka jalankan sedangkan kami kurang menjalankan latihan jadi ada plus minusnya” jelas Hummels.

Jejak pertemuan kedua tim dalam 6 laga terakhir tercatat kalau Bayern Munchen lebih unggul dengan 3 kali kemenangan yang salah satunya adalah ketika mereka menjadi tuan rumah pada pertandingan dibulan November 2015 silam yang berkesudahan dengan score telak 5-1.

Ini adalah pertemuan dibabak ke 16 Liga Champions yang keempat kalinya bagi kedua tim setelah musim 2004-05, 2012-13 dan 2013-14 yang kesemuanya berhasil dimenangkan oleh klub wakil Jerman tersebut dalam perhitungan jumlah goal aggregate, tentu saja rasa percaya diri lebih berada pada pihak Bayern Munchen jelang pertandingan tersebut yang sudah merasa lebih mengetahui seberapa kekuatan dan kelemahan calon lawan mereka itu.

“Yang pasti kami sudah akrab dengan gaya permainan mereka, Arsene Wenger menyukai permainan cepat dan agresif juga atraktif, tapi dibeberapa pertandingan terakhir kami merasa mereka lebih berhati-hati dan bermain lebih defen ketika bertemu dengan kami, tentu saja kami akan suka jika lawan kami bermain dengan gaya bertahan jadi kami mempunyai ruang untuk menjelajah yang cukup untuk menciptakan goal-goal kemenangan” sebut sang kapten.

Dari segala aspek pertimbangan diatas tak terlalu berlebihan kalau diprediksikan Arsenal kembali akan kembali menelan pil pahit di Allianz Arena dalam laga leg pertama ini, walaupun belum bisa dipastikan ketika susunan struktur kepelatihan dipihak Die Roten sudah mengalami perubahan.

Dipertandingan lain Borussia Dortmund mensyukuri hasil undian ketika mereka dijadwalkan untuk menghadapi Benfica, rekam jejak raport bagus Borussia Dortmund selama menghadapi wakil dari tim-tim Portugal bisa jadi membesarkan hati mereka jelang pertandingan leg pertama ini, mereka harus terlebih dahulu bertandang ke Stadium Da Luiz dini hari 15 january esok  baru kemudian berbalasan pertandingan akan berlangsung di Signal Iduna Park pekan berikutnya.

“Benfica tim terbaik diliga utama liga Portugal saat ini dan mereka adalah juara di liga tersebut musim lalu, kami sudah lama tidak dipertemukan dalam sebuah laga pertandingan, tentunya sangat menarik dan kami semua tak sabar menantikan pertandingan ini, mereka adalah klub raksasa di Portugal yang sangat terkenal dinamis dan agresif” ujar Michael Zorc direktur bagian olahraga Dortmund.

Ini adalah pertemuan pertama kembali setelah 53 tahun lamanya kedua tim pernah dipertemukan dalam sebuah laga diajang Piala Eropa ketika dimusim 1963-64 silam, hasil aggregate 6-2 menghentikan langkah Benfica dan meloloskan Dortmund untuk melanjutkan kompetisi ketika itu.

Selama di besut Thomas Tuchel Die Borussen memiliki catatan bagus dalam 4 kali pertemuan dengan tim asal Portugal, saat melawan Sporting Lisbon difase penyisihan group Dortmund menang dengan catatan aggregate 3-1, lalu ketika berhadapan dengan Porto dibabak 32 besar kembali Thomas Tuchel melangkah mulus dengan jumlah aggregate 3-0, sepertinya pelatih 43 tahun ini akan kembali membawa tim asuhannya melenggang kebabak lanjutan 8 besar nantinya.

Membahas pertemuan antara Paris St-Germain dengan Barcelona memang tidak pernah akan bosan, kedua tim sudah pernah 2 kali saling berhadapan difase kualifikasi babak 16 besar di 5 musim terakhir Liga Champions, hasil undian kembali mempertemukan mereka untuk ketiga kalinya dimusim kompetisi kali ini, beradu di Parc des Princes terlebih dahulu keduanya akan berbalik kandang lanjutkan pertandingan di Camp Nou sepekan kemudian.

Kali ini Paris St-Germain dilatih Unai Emery sosok pelatih yang dinilai banyak mengetahui seluk beluk gaya permainan La Liga, pelatih yang memberi sukses Sevilla menjuarai Liga Eropa berturut-turut selama 3 musim kompetisi (2014-15-16) adalah sangat patut untuk diperhitungkan, sudah empat musim Liga Champion dilalui dengan kegagalan PSG dibabak 16 besar yang mana 2 kali darinya mereka dihentikan Barcelona (2012-13, 2014-15).

Patrick Kluivert sebagai salah satu direktur ditubuh PSG ikut berkomentar, “Barcelona adalah lawan tangguh, mereka memiliki catatan sejarah perjalanan yang sangat gemilang dengan banyak pemain berkelas dunia sebagai armada mereka saat ini, saya rasa kekuatan yang kami miliki juga sejarah kami tak kalah meriah dibanding mereka, jadi ini adalah pertandingan menarik yang kesekian kalinya bagi kedua tim yang sangat sayang untuk dilewatkan, kami dan mereka memiliki kesempatan untuk menang yang sama”.

Untuk pertemuan antara sang juara bertahan Real Madrid yang juga adalah klub yang paling sering menjuarai Liga Champions dengan Napoli tak kurang menarik, jelas dalam laga ini Real Madrid lebih dijagokan dari segi kredibilitas dan pencapaian juga dari segi dominasi di ajang bersangkutan, tapi bukan mustahil kalau Partenopei bisa menjadi batu sandungan bagi mereka jika saja tidak pertandingan tidak dicermati dengan hati-hati.

Sejak datang memimpin di San Paolo dua musim silam Napoli menunjukkan perform menanjak dan mampu akhiri musim menduduki posisi runner-up dibawah Juventus, tentu saja mereka bukanlah lawan yang dapat dipandang sebelah mata, mereka bermain dengan cerdik disegala kondisi dan tak pernah gentar hadapi tim manapun setidaknya itulah yang ditunjukkan oleh Maurizio Sarri selama menjadi penanggung jawab di klub asal kota Naples itu.

Sebagai kuda hitam terlebih mereka berada diposisi yang diuntungkan, dalam kelas dan gengsi mereka kalah pamor dibanding calon lawan mereka, justru inilah sisi motivasi berbahaya yang harus diwaspadai oleh Zidane dan pasukannya, mereka harus menjaga jangan sampai kecolongan dan kebobolan ketika berkesempatan tanding dikandang sendiri sebab ketika berbalik kandang mereka akan mendapatkan atmosfir luar biasa dari para tifosi Sao Paolo yang terkenal luar biasa itu.

“Kami harus menjaga dari pada hal kebobolan dikandang sendiri pada laga pertama nanti, mereka memiliki seorang pelatih luar biasa seperti Maurizio Sarri yang mampu mengatur strategi dengan sangat berimbang antara menyerang dan bertahan, jadi kami tidak boleh lengah kalau tidak kami akan kesulitan jika pertandingan berbalik kandang ke Naples nanti, tentunya kita semua tau bagaimana atmosfir di Stadium Italia bukan dengan tifosi fanatik mereka” ucap Zidane.

Kedua klub terakhir sekali dipertemukan dalam sebuah pertandingan adalah ketika Diego Maradona masih menjadi pentolan dan nyawa Napoli di tahun 1987, kala itu hasil pertandingan imbang 1-1 didapat dan tentunya kondisi sekarang adalah sebuah kondisi yang sangat jauh berbeda baik dari segi kekuatan armada ataupun performa tim akhir-akhir ini.

Secara keseluruhan Liga Champions babak 16 besar kali ini tak kalah menarik dibanding musim-musim sebelumnya, selain Napoli yang namanya sudah tidak asing bagi para pecinta sepakbola namun termasuk pendatang baru di Liga Champions ada juga Leicester City ‘si anak bawang’ tim kagetan yang menjuarai Premier League dimusim lalu.

Related posts